SIDOARJO – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Singopadu menggelar kegiatan sosial-keagamaan yang krusial bagi masyarakat, yakni Pelatihan Pemulasaran Jenazah. Acara yang berlangsung pada Minggu (25/01/2026) pagi ini bertempat di Balai Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo.
Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.30 WIB ini menarik antusiasme tinggi dari berbagai lapisan masyarakat. Tercatat sebanyak 98 peserta hadir memenuhi lokasi acara. Kehadiran peserta mencerminkan kerukunan dan sinergi yang kuat di Desa Singopadu, di mana unsur Pemerintah Desa, Lembaga Desa, Tokoh Masyarakat, hingga Tokoh Agama turut berpartisipasi.
Menariknya, pelatihan ini menjadi wadah silaturahmi lintas organisasi. Peserta tidak hanya datang dari kalangan Nahdliyin, tetapi juga melibatkan unsur dari Muhammadiyah, Karang Taruna, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan lainnya. Kehadiran seluruh elemen ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan meningkatkan keterampilan warga dalam menjalankan kewajiban fardhu kifayah.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Bapak H. M. Zaim Afsokh, S.Ag, M.Pd.I, yang merupakan Penyuluh Agama Islam Fungsional dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo.
Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pemulasaran jenazah bukan sekadar tradisi, melainkan ibadah yang harus dilakukan sesuai syariat dengan penuh penghormatan kepada jenazah.
"Keterampilan ini sangat penting agar setiap lingkungan memiliki tenaga yang siap dan berani dalam menangani jenazah secara benar, mulai dari memandikan, mengafani, hingga menyalatkan," ujar H. M. Zaim Afsokh.
Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga simulasi langsung mengenai:
Tata cara memandikan jenazah yang sesuai dengan protokol kesehatan dan syariat.
Teknik memotong dan memakaikan kain kafan agar rapi dan efisien.
Adab dan doa-doa dalam prosesi pemulasaran.
Ketua Pengurus NU Desa Singopadu berharap melalui pelatihan ini, Desa Singopadu memiliki kemandirian dalam menangani pemulasaran jenazah, sehingga tidak lagi bergantung pada satu atau dua orang tokoh agama saja.